Typeface: Klasifikasi Dasar

Ribuan typeface saat ini tersedia dan dapat diakses dengan mudah oleh para desainer, penerbit, seniman, penulis, serta masyarakat umum. Karena banyaknya typeface yang tersedia, membuat klasifikasi typeface ini, secara spesifik hampir tidak mungkin terjadi.

Namun, penting bagi Anda untuk memiliki pemahaman tentang sistem klasifikasi, karena dapat membantu dalam mengindentifikasi secara historis, membedakan secara visual, menggabungkan tipografi, dll. Hal ini pada akhirnya dapat memperuncing riset dan pemilihan typeface yang baik, untuk mengerjakan sebuah proyek desain.

Serif

Serif typeface merupakan jenis huruf yang memiliki goresan ekstra berukuran kecil (jentikan), yang melekat pada ujung setiap huruf. Gaya ini seringkali dianggap mampu menciptakan mood klasik, integritas, formal, dan elegan. Selain itu, serif typeface lebih sering digunakan dalam media cetak (print) untuk headline atau body. Serif typeface dibagi lagi dalam beberapa kelompok yang cukup umum, yaitu old style serif, transitional serif, modern serif/ didone, slab serif, dan glyphic serif.

Sans Serif

Kebalikan dari serif typeface, dalam tipografi sans serif adalah jenis huruf yang tidak memiliki kait pada bagian ujung strokes. Selain itu, kata sans berasal dari Bahasa Perancis, yang memiliki arti tanpa. Jenis huruf sans serif sering digunakan untuk menandakan sesuatu yang bersih, minimal, ramah, atau modern.

Beberapa jenis huruf sans serif yang paling populer di antaranya Arial, Helvetica, Open Sans, Calibri, Verdana, dll. Jenis huruf sans serif sendiri, sering digunakan pada website untuk grup teks karena DPI (titik per inci) yang lebih rendah dibandingkan layar untuk dicetak. Typeface ini dibagi dalam beberapa kelompok, diantaranya: Grotesque Sans Serif, Neo-Grotesque Sans Serif, Geometric Sans Serif, Humanistic Sans Serif.

Script

Script typeface umumnya didasarkan pada stroke yang bervariasi dan sering kali dibuat dengan tulisan tangan bergaya kursif atau kaligrafi. Klasifikasi typeface ini lebih terbuka untuk diintrepetasikan daripada serif atau sans serif, sehingga menciptakan gaya yang lebih bervariasi.

Kelompok typeface ini memiliki beberapa sub kategori, di antaranya casual script, calligraphic script, dan blackletter.

Monospace

Monospace typespace berasal dari zaman mesin tik. Typeface ini memiliki lebar tetap, atau jumlah spasi horizontal yang sama. Biasanya, mereka menampilkan beberapa variasi dalam lebar dan spasi karakter individu, tetapi font monospace memastikan bahwa lebar setiap karakter tidak pernah bervariasi, dan sebagai hasilnya, mereka sering terlihat sedikit lebih spasi atau terpisah daripada font proporsional yang biasa kita gunakan.

Monospace juga banyak digunakan pada masa awal komputer karena memiliki kemampuan grafis yang terbatas. Implementasi perangkat keras disederhanakan dengan menggunakan mode teks di mana tata letak layar ditujukan sebagai kotak ubin biasa, yang masing-masing dapat diatur untuk menampilkan karakter dengan mengindeks ke peta karakter perangkat keras.

Display

Display berarti jenis yang digunakan pada ukuran besar untuk judul, bukan untuk blok teks isi yang panjang. Display typeface dirancang agar menonjol, mudah dibaca, dan menarik perhatian. Display typeface juga sering kali memiliki desain yang lebih eksentrik dan bervariasi daripada tipografi sederhana dan relatif terkendali yang umumnya digunakan untuk teks isi. Mereka dapat mengambil inspirasi dari karakter huruf lainnya, seperti handwritting, kaligrafi atau estetika yang sesuai dengan penggunaannya, mungkin dihias, eksotis, disarikan atau digambar dengan gaya yang berbeda.