Serif typeface merujuk pada goresan ekstra berukuran kecil (jentikan), yang melekat pada ujung setiap huruf. Menurut sejarahnya, jenis huruf serif populer jauh sebelum jenis huruf sans-serif. Selain itu, typeface ini juga menyertakan detail semi-struktural pada banyak huruf. Walaupun, orang sering menyebutnya sebagai kaki, namun itu sama sekali bukan istilah anatomi yang tepat ketika merujuk pada ketentuan tipografi.
Ada banyak klasifikasi berbeda untuk tipografi serif, sering dinamai sesuai asalnya, termasuk Yunani, Latin, Scotch, Scotch Modern, French Old Style, Spanish Old Style, Clarendon dan Tuscan. Typeface ini seringkali dianggap mampu menciptakan mood klasik, integritas, formal, dan elegan. Selain itu, lebih sering digunakan dalam media cetak (print) untuk headline atau body. Beberapa klasifikasi ini juga dapat ditempatkan ke dalam klasifikasi tipografi yang lebih luas termasuk gaya di bawah ini.
Klasifikasi Serif Typeface Secara Umum
Old Style Serif

Old Style Serif Typeface merupakan komponen penting dari setiap perpustakaan tipografi yang baik. Awalnya dibuat antara akhir abad ke-15 dan pertengahan abad ke-18, dengan ciri-ciri sebagai berikut:
- Tekanan/ kompresi pada sumbu diagonal.
- Hampir selalu memiliki transisi melengkung antara serif dengan goresan utama.
- Bentuk serif menyerupai baji.
- Berkontras rendah antara goresan tebal dan tipis.
- Kepala serif miring.
Ratusan bahkan mungkin ribuan old style serif, saat ini tersedia dalam bentuk digital. Sebagai contoh: Adobe Jenson, Garamond, Goudy Old Style, dll.
Transitional Serif

Tipografer Inggris, John Baskerville mendirikan gaya ini pada pertengahan abad ke-18. Tipografi ini mewakili transisi antara gaya lama dan desain neoklasik, dan menggabungkan beberapa karakteristik masing-masing. Jenis tipe yang cukup populer di masyarakat saat ini, di antaranya Baskerville, Georgia, Source Serif Pro, dll.
Ciri-ciri Transitional Serif:
- Lebih menekankan goresan vertikal,
- Memiliki transisi melengkung yang lebih halus, antara serif dengan goresan utama,
- Tekanan/ kompresi pada sumbu vertikal,
- Kontras antara goresan tebal dan tipis cukup kuat,
- Kepala serif miring.
Modern Serif

Modern Serif Typeface disebut juga sebagai Neoklasik dan Didone, yang menikmati popularitas besar dari akhir abad ke-18 hingga abad ke-19. Istilah Didone merupakan perpaduan dari Didot dan Bodoni, dua desain tipografi paling khas di era itu. Berikut ciri-ciri umumnya:
- Kontras yang ekstrim antara goresan tebal dan tipis
- Tekanan/ kompresi pada sumbu vertikal.
- Ketebalan serif tipis dan datar, serta tidak memiliki transisi melengkung antara serif dengan goresan utama.
- Memiliki terminal bulat (ball-shaped) di beberapa huruf.
Slab Serif

Slab Serif Typeface muncul dengan cepat pada awal abad ke-19, memiliki sedikit kesamaan dengan bentuk huruf sebelumnya. Contoh pertama yang diketahui dari jenis huruf slab-serif adalah jenis huruf blok dalam iklan lotere tahun 1810 dari London. Tipe ini, mungkin pertama kali diperkenalkan oleh Vincent Figgins dengan nama “Antique”, muncul dalam tipe-spesimen tertanggal 1815 (tetapi mungkin dikeluarkan pada tahun 1817). Sekarang, tipe huruf slab serif cukup populer terutama untuk membentuk kesan yang tebal dan kuat dalam desain, misalnya Rockwell, Museo Slab, American Typewriter, dll.
Ciri-ciri umum Slab Serif:
- Memiliki serif yang tebal, dengan sedikit atau tanpa transisi melengkung antara serif dengan gorean utama.
- Tekanan/ kompresi pada sumbu veritkal.
- Hampir tidak memiliki kontras pada goresannya.
Glyphic Serif

Glyphic Serif banyak menggunakan garis bawah yang meruncing dan lebih fokus pada huruf kapitalnya, selain itu dalam beberapa kasus typeface ini menghilangkan huruf kecil seluruhnya. Secara garis besar, bentuknya mengambil inspirasi dari prasasti persegi Romawi yang sering ditemukan pada permukaan batu atau logam, dan dengan demikian membutuhkan struktur tertentu yang akan lebih mudah untuk diterapkan.
Ciri-ciri Glyphic Serif:
- Cenderung meniru bentuk ukiran atau pahatan dari pada bentuk huruf yang digambar pena.
- Bobot kontras pada goresannya cukup rendah.
- Memiliki serif berbentuk segitiga.
- Sumbu goresan melengkung cenderung vertikal.
